Mahasiswa,Antara Idealisme dan Kenyataan Hidup


Catatan ini ane buat hanya sekedar untuk sharing aja gan,gak ada maksud untuk provokasi dan lain-lain.Inspirasinya ane dapat waktu ane ma teman-teman ane diskusi-diskusi ringan di teras kos di suatu malam yang dingin(gak penting).Entah bagaimana awalnya diskusi kami tiba-tiba membahas tentang hal-hal idealisme.Ane pernah dengar pendapat teman ane kalau (katanya) mahasiswa itu harus punya idealisme.

Saat diskusi tersebut ane sempat tanya ma teman ane,seorang mahasiswa ilmu pemerintahan,seorang yang selalu menggebu-gebu meneriakan idealismenya,ane tanya gini gan,”kenapa ya mahasiswa-mahasiswa yang demo itu mati-matian banget kayak gitu,padahal belum tentu teriakan mereka itu didengar,kenapa juga mahasiswa-mahasiswa itu nuntut-nuntut ke pemerintah,nuntut ini,nuntut itu,emang mereka  udah pernah kasih apa buat negara,kok seenaknya nuntut -nuntut gak jelas?”dia hanya memberikan penjelasan yang menurut ane ambigu,kemudian terdiam.Terkadang hanya dengan berbekal sedikit informasi di media massa dan hanya bisikan sebagian kecil orang mereka langsung membawa massa sebanyak mungkin ke lembaga tertentu untuk meminta pertanggung jawaban,mahasiswa(katanya) memikirkan nasib orang banyak,tapi ane sering liat di tv aksi mahsiswa dijalana yang menggangu aktivitas warga lain,menggangu lalu lintas,bahkan terkadang sampai membakar ban bekas.Aksi tersebut jelas sangat menggangu masyarakat.Mereka sibuk mikirin negara,tapi kenapa mereka gak coba mulai dari hal kecil dulu,mulai dari tingkat RT misal,mungkin mahasiswa harus sedikit merenung,sumbangsih apa yang telah mereka beri pada lingkungan tempat sekitar tempat tinggal mereka.Mahasiswa terkadang begitu berapi-api dalam meneriakan idealisme mereka.Mereka ingin pemerintah yang bersih,yang bermoral,tapi gan ini pengalaman pribadi ane sendiri,teman-teman ane yang tipe aktivis sperti itu kadang juga melakukan korupsi,seperti misal kebutuhan mereka seratus ribu tapi mereka minta dana sampai dua ratus ribu,suka minum-minuman keras,kalau mabuk merusak fasilitas umum,suka membuang sampah sembarangan,kalau ada pemilihan umum golput,tugas kuliah copy paste,ada kerja bakti di desa mereka tidur,dan lain-lain.Bagaimana mungkin mahasiswa seperti itu mau menuntut negara yang bersih sementara mereka sendiri adalah sampah masyarakat?

Tingkatkan dulu kemampuan diri kita,berikan sumbangsih nyata untuk masyarakat,baru menuntut!

2 thoughts on “Mahasiswa,Antara Idealisme dan Kenyataan Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s