Bila Wakil Rakyat Gemar Pamer Kemewahan!


 Tiba-tiba saja gaya hidup wakil rakyat menjadi sorotan. Penyebabnya adalah selentingan kabar bahwa tak sedikit anggota parlemen yang  gemar pamer kekayaan di tengah sebagian besar rakyat Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Adalah mobil bermerek New Continental GT sebagai penyebabnya. Mobil keluaran Bentley seharga Rp 6,5 miliar hingga Rp 7 miliar itu kabarnya baru dibeli oleh seorang anggota Dewan dari salah satu parpol besar.

Penghembus kabar ini adalah seorang politikus muda Partai Golkar Indra J Piliang ketika tampil dalam sebuah diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mobil yang konon antipeluru itu adalah keluaran terbaru dari parikan asal Inggris, yang di Indonesia dipasarkan PT Grandauto Dinamika. Dari penelusuran BeritaPrima.com, supersport car ini baru dipasarkan di seluruh dunia sejak Juli 2011.

New Continental GT sendiri merupakan generasi ke-2 Continental GT yang berkarakteristik sport, namun masih bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Sebagai gambaran kemewahannya, mobil ini menggunakan mesin W12, twinturbo, berkapasitas 6.000 cc, 4-nokken as (camshaft), dan 48 katup yang mampu menghasilkan tenaga 567 PS @6.000 rpm dan torsi 700 Nm @1.700 rpm. Mesin ini diklaim mampu menggunakan bahan bakar etanol E85.

Pintunya cuma dua, laiknya mobil sport pada umumnya. Desain interior maupun eksteriornya terbilang luks. Joknya bermotif kulit Cobra. Semuanya dikerjakan dengan tangan. Jok dan bagian dalam pintu dilapisi kulit yang enak dan lembut disentuh.

Sistem audio yang ada dirancang khusus Naim dengan 11 speaker berdaya 1.100 watt. Di bagian tengah dipasang layar LCD sentuh 8 inci yang mampu menghasilkan gambar berkualitas tinggi serta didukung harddisk 30 GB. Sistem hiburan bisa dihubungkan langsung pada iPod, 6 CD changer, pembaca kartu memori SD, atau langsung dari harddisk yang bisa menyimpan lagu hingga 15 GB.

Itulah gambaran sekilas betapa mewahnya mobil yang kini dibesut salah seorang wakil rakyat. Coba bandingkan dengan jutaan rakyat yang dia wakili, yang setiap hari naik angkot, bus kota atau bahkan bergelantungan di kereta api.

Bedanya bukan lagi bak langit dengan bumi, tetapi antara langit dengan dalamnya sumur bor, hehe.

Sebenarnya, fenomena seperti ini bukanlah hal baru. Sejak bertahun-tahun lalu, anggota Dewan memang akrab dengan kemewahan. Coba saja simak halaman parkir DPR RI seringkali nampak bagaikan showroom mobil mewah.

Ada anggota Dewan yang agak malu-malu mengunakan mobil mewahnya ketika berdinas ke Senayan, sehingga hanya sesekali saja membawanya ke gedung wakil rakyat itu. Tetapi ada juga yang tanpa malu-malu –bahkan bangga– memajang mobil kesayangannya itu di halaman parkir gedung parlemen yang cukup luas.

Lantas, siapakah para penghobi pamer mobil mewah itu? Dari penelusuran BeritaPrima.com, pemilik mobil super mewah yang disebut oleh Indra J Pilliang ternyata adalah politisi PDI Perjuangan yang notabene merupakan partai wong cilik. Namanya Herman Herry dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur II.

Sejak sebelum menjadi anggota Dewan, politisi muda ini memang dikenal sebagai pengusaha kaya raya. Bahkan di daerah asalnya, Herman merupakan salah seorang terkaya disana. Maka bukan hal luar biasa bila politisi berdarah keturunan Tionghoa ini mampu membeli mobil seharga Rp 7 miliar.

Politisi muda lainnya yang gemar mengoleksi mobil mewah adalah Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsat. Politisi muda Partai Golkar yang kerap bersuara lantang dan kritis ini ternyata memiliki berbagai jenis kendaraan mewah. Coba saja tengok kediaman Bamsat di bilangan Duren Sawit Jakarta, bertengger sejumlah motor gede berharga rautusan juta hingga beberapa mobil mewah bernilai miliaran rupiah.

Selain Bamsat, politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul juga termasuk politisi yang gemar mobil mewah. Sejak sebelum menjadi politisi, Ruhut memang terkenal doyan gaya hidup mewah. Bayangkan untuk kebutuhan cerutu saja dia bisa mengeluarkan puluhan juta rupiah dalam sebulan. Maklum, mantan advokad yang juga gemar olah peran di layar kaca dan layar lebar ini memang penggemar cerutu berkelas tinggi.

Di luar ketiga nama ini, tentu masih banyak politisi lain yang gemar kendaraan mewah atau berharga mahal. Sebut saja misalnya Roy Suryo. Pengamat telematika ini bahkan sudah sejak dulu dikenal sebagai kolektor mobil antik. Memang bukan mobil mewah, tetapi yang namanya mobil antik bisa berharga jauh lebih mahal ketimbang mobil baru. Hanya saja Roy memang tidak memamerkan kekayaan yang memang sudah dimiliki secara turun temurun itu.

Itu kalau bicara soal mobil super mewah. Kalau hanya sebatas mobil mewah, seperti Alphard, Merces Benz, BMW, atau sejenisnya, mungkin sebagian besar anggota Dewan memilikinya. Meski mereka tidak menggunakannya ketika berdinas ke Senayan, namun BeritaPrima.com kerap menjumpai mereka menggunakan mobil mewah itu ketika bepergian diluar dinas, apalagi ketika berhibur ria.

Lantas, darimana mereka bisa membeli mobil-mobil super mewah dan mewah itu? Bukankah mereka sering mengeluh bahwa gajinya yang sekitar Rp 50 juta sebulan itu habis untuk operasional di daerah pemilihannya? Dan bukankah anggota Dewan juga dilarang merangkap pekerjaan atau profesi lain?

Tak salah bila kemudian publik mengait-ngaitkan gaya hidup mewah anggota DPR itu dengan maraknya isu ‘mafia anggaran’ di Senayan. Seperti diketahui bahwa belakangan diketahui bahwa kasus-kasus korupsi yang terjadi ternyata melibatkan DPR. Sebut saja misalnya skandal korupsi Wisma Atlet, skandal koupsi Kemenakertrans, dan sebagainya. Belum lagi soal kasus pemilihan pejabat, seperti kasus cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Goeltom.

Sumber BeritaPrima.com di Senayan, malah berani memastikan bahwa 90 persen lebih wakil rakyat di Senayan pernah menikmati uang tambahan yang diperoleh dengan memanfaatkan jabatan. Ada yang mendapatkannya dengan cara haram, setengah haram, atau mungkin juga makruh.

Janganlah bicara yang gede-gede seperti yang melibatkan mafia anggaran. Yang kecil-kecil saja, yang sering dilakukan kebanyakan politisi Senayan. “Anda kan tahu sendiri bagaimana pengaruh anggota Dewan. Untuk yang kecil-kecilan misalnya, tinggal menelepon pejabat dan meminta tolong agar si A diberi pekerjaan atau dinaikkan pangkat kan tidak terlalu sulit. Itu kan juga uang, haha,” kata sang sumber seraya tertawa.

Gaya hidup mewah memang mau tak mau memaksa seseorang untuk memutar otak guna mendapatkan penghasilan tambahan. Ironisnya, cara yang kerap mereka lakukan adalah dengan cara yang tidak halal.

Mungkin karena itu, untuk membersihkan nama wakil rakyat, lantas Badan Kehormatan (BK) DPR menyerukan agar KPK memantau para legislator yang gemar membeli mobil mewah. Pasalnya, mobil mewah sama sekali tidak sepadan dengan penghasilan seorang wakil rakyat.

“Itu kan urusan KPK (untuk menelusuri asal uangnya, red), mungkin dia orang kaya, tapi kan setiap tahun anggota DPR selalu melaporkan kekayaannya ke KPK jadi bisa dilihat (sumber hartanya),” ujarnya anggota BK DPR, Ali Machsan Moesa di Jakarta, Sabtu (12/11/2011).

Tetapi masalahnya bukan hanya terletak pada soal sumber dana yang mereka gunakan untuk berbelanja. Kegemaran bergaya hidup mewah juga merupakan cerminan tingkat kepedulian (sense of crisis) anggota DPR terhadap rakyat yang diwakilinya. Bagaimana mungkin anggota DPR bisa merasakan dan kemudian mempedulikan kesengsaraan rakyat kalau mereka sendiri terbiasa dengan kemewahan.

“Rata-rata (beli mobil mewah) sesudah menjadi DPR. Ini menunjukkan anggota DPR kita tidak mempunyai sense of crisis. Ini menyedihkan. Masuk ke DPR seharusnya mewakili kepentingan rakyat tetapi malah dijadikan lahan untuk mencari materi,” tegas pengamat politik Universitas Indonesia, Prof Iberamsyah.

Iberamsyah mengaku telah lama mengetahui tentang kemewahan hidup anggota DPR, namun dia enggan membeberkan nama-nama anggota DPR dimaksud. Bahkan ia mengungkapkan bahwa terkait mobil mewah ini dirinya sudah kerap menyampaikan kritikan. Namun kritik demi kritik yang ia sampaikan tidak pernah digubris, karena nyatanya hingga sekarang mereka tetap memamerkan mobil mewah tersebut ke Senayan.

Tak salah kalau lantang tudingan bahwa gaya vokal dan sok pahlawan yang selama ini dipertontonkan para politisi muda Senayan itu tak lebih dari sandiwara pencitraan semata. Bagaimana tidak. Di saat dia mengaku prihatin dengan nasib rakyat kecil, tetapi pada saat bersamaan mereka ternyata bergelimang dengan kemewahan.

Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang juga mengaku prihatin dengan kondisi ini. “Seharusnya menunjukkan sikap prihatin biar dapat menjadi teladan. Kita butuh teladan,” ujarnya ketika dihubungi, Minggu (13/11/2011).

Menurut dia, sikap hidup mewah ini justru membuat masyarakat serba curiga kepada DPR. Masyarakat bisa saja mencurigai bahwa anggota DPR telah melakukan tindakan korupsi dengan menggunakan mobil mewah tersebut walau tidak selamanya seperti itu.

“Patut diduga belum tentu dari hasil usaha yang halal. Apalagi perilaku korupsi. Sehingga orang menghubung-hubungkan jangan-jangan mendapatkan dengan cara korupsi,” jelas dia.

Meski begitu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yakin, tidak semua politisi bermental buruk. “Jangan digeneralisasi karena banyak lingkaran politisi ormas pemerintah memang banyak yang jahat tapi tidak sedikit yang baik-baik,” kilahnya.

Menurut Din, mental buruk pejabat penyelenggara negara disebabkan karena sistem yang tidak sempurna. Karena itu perlu sebuah perubahan mendasar yang dipimpin seorang figur yang baik.

“Maka kehidupan kita dalam politik hanya menghadapi demokrasi. Ini sebuah nestapa harus ada perubahan mendasar. Dan, menata sistem harus ada figur dan leadership,” tegasnya.

sumber : http://beritaprima.com/2011/11/13/bila-wakil-rakyat-gemar-pamer-kemewahan/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s