Review Anime Tokyo Magnitude 8.0


Hola,maaf telat ngeposting,lagi banyak kerjaan didunia sana #abaikan. Sebenernya ane gak tau mau nulis apa malam ini,weekend kali ini inspirasi ane gak tau pergi kemana,hilang tak berbekas #abaikan. Oke,ditengah ketidak-produktifan ane,weekend kali ini ane sempetin nonton anime yang ane dapet dari seorang teman,anime yang menurut ane,kalau boleh pinjem istilahnya si jebraw,anime ini super duper awesome.Gak perlu ane kasih tanda seru dibelakangnya biar gak lebay.Anime ini mungkin gak ada jurus super yang bisa ngancurin planet kayak Dragon Ball,atau ngundang kodok raksasa kayak di Naruto,dan gak ada adegan terbang ke pulau langit kayak di one piece.Tapi anime ini sukses ngaduk-aduk perasan ane dari mulai episode 1 sampai terakhir. Daripada makin jayus,langsung aja ane mulai nih,sekilas review dari anime Tokyo Magnitude 8.0 , cekibrot!

Anime ini mengambil tema besar tentang bencana gempa yang melanda ibukota Jepang,Tokyo.Kota yang dulunya bernama Edo ini dikisahkan dilanda bencana gempa besar dengan skala 8.0 SR. Gedung-gedung roboh,jembatan ancur,kebakaran akibat gempa dimana-mana.Kisah yang diangkat dalam anime ini diambil dari kisah nyata soal prediksi para ilmuwan bahwa beberapa tahun kedepan Tokyo kemungkinan besar bakal dilanda gempa hebat.

0301

Anime ini diawali dari kisah seorang anak cewek SMP bernama Mirai yang selalu ngrasa kalau hidupnya itu gak pernah bahagia dan selalu ngalamin hal-hal buruk. Nah suatu hari pas liburan musim panas,dia disuruh ibunya buat nemenin adik cowok semata wayangnya yang masih kelas 3 SD,Yuuki nonton pameran robot di Odaiba. Nah,udah tuh,berdua naek kereta ke Odaiba. Pas lagi disana,tak dinyana tak disangka,ada gempa gede banget yang bikin tempat pameran dan sekelingnya ancur. Mirai yang kepisah sama Yuuki gara-gara si Yuuki pamit pipis bentar ke WC,berusaha nyari adiknya direruntuhan gedung yang udah mau runtuh itu.Waktu lagi keliling nyari Yuuki ini,si Mirai ketemu sama cewek,yah kira-kira umur 27-an,namanya Mari.Dengan bantuan dari si Mari ini Mirai bisa nemuin Yuuki.

ishot-10

Hhhhhhhhhhh…ambil nafas dulu.Oke,lanjut. Nah,abis nemuin Yuuki jangan kira anime ini udah selesai.Justru anime ini baru mulai.Mereka bertiga harus berjuang buat bisa balik lagi kerumah mereka.Maih ditengah suasana bencana,mereke mutusin buat pulang jalan kaki ke rumah mereka karena semua kendaraan umum gak berfungsi. Selama perjalanan itu mereka galamain banyak hal.Mulai dari hal yang nyenengin,sampai hal yang paling bikin sedih. Dan yang bikin ane berani ngomong anime ini super duper awesome adalah ending dari anime ini yang bener-bener diluar dugaan.

5632945695_6f03e8e386

Anime TM 8.0 kalau ane bilang punya ciri khas yang biasnya ada di dorama-dorama Jepang.Alur cenderung lambat,serta full ekspresi. Segala macam emosi bisa kalian rasain saat nonton anime ini.Dari sisi gambar,sangat gak bisa dibilang jelek,terutama pas adegan Tokyo Tower roboh.Itu keren men.Anime ini terdiri dari 11 episode,dengan masing-masing episode berkisar 23-25 menit. Kalau ane bilang sih,anime ini cocok buat ditonton sama siapa aja,jenis kelamin apa aja,usia berapapun,bahkan orang yang gak suka anime pun ane rasa gak ada salahnya buat nonton anime TM 8.0 ini. Banyak banget pelajaran yang bisa kita petik dari anime ini,dan menurut ane pesan yang mau disampein sama anime ini bener-bener ngena banget,gimana kita gak boleh sia-siain orang yang peduli sama kita,karena kalian bakal merasa betapa berharganya orang tersebut setelah orang itu gak ada.

Buat kalian yang berminat nonton anime ini,tinggalin jejak aja di kolom komentar,ane kasih cuma-cuma.

Oke,berhubung ini malam senin,mungkin lebih tepatnya dibilang senin pagi,ane mohon undur diri dulu,sampai ketemu lagi di postingan selanjutnya,jyaa ne. (SW)

2 thoughts on “Review Anime Tokyo Magnitude 8.0

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s